Diterjemahkan oleh Eva ZulfaLaili
![]() |
| What is my age ;-) |
Seiring dengan bertambahnya umur
manusia (paling muda pada jam 1 dan menjadi lebih tua searah jarum jam), pipi
mereka menjadi lebih gemuk dan gaya grafitasi membuat wajah mereka mengendur.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa
sebagian besar manusia mengakumulasi keriput pada wajah mereka ketika mereka
bertambah tua. Tapi sekarang, sebuah analisa 3D terhadap keriput dan
tanda-tanda penuaan lain dapat mengungkap umur seseorang hanya berdasarkan pada
foto wajahnya, begitu hasil temuan sebuah studi.
Para peneliti juga menemukan bahwa
beberapa tingkat penanda biologis pada darah manusia ada hubungannya dengan
tanda-tanda penuaan yg tampak di wajah.
Sebagai contoh, wanita dengan penampakan wajah yang lebih tua cenderung
memiliki tingkat kolestrol "jahat" yang lebih tinggi.
"Foto 3D wajah benar-benar bisa
mengungkapkan umur biologis wajah
Anda," ungkap peneliti senior Jing-Dong Han, profesor komputasi biologi di Akademi Sains Cina
dan Rekanan Institut Max Planck Cina. " Benar-benar lebih akurat daripada
uji fisik [8 Tips Mencegah Penuaan ].
Pada studi itu, para peneliti
mengguanakan kamera khusus yg disebut Sistem 3dMDwajah, untuk mendapatkan
pindaian 3D wajah 332 masyarakat Cina. Mereka juga mengambil sampel darah para
peserta yang kisaran umurnya 17 sampai 77 tahun.
Sebuah analisa pindaian 3D
mengungkap beberapa pola: ketika seseorang bertambah tua, mulut menjadi lebih
panjang, hidung melebar, dan dahi menyempit, dan jarak antara mulut dan hidung
bertambah. Pojok mata juga menjadi kendur seiring dengan pertambahan usia,
tidak lain tidak bukan akibat daya grafitasi bumi, ungkap para peneliti
tersebut.
Lebih lanjut, wajah muda lebih mulus
dan tirus daripada wajah tua, sementara wajah tua lebih kendur dan banyak
tumpukan lemak sehingga pipi terlihat lebih gemuk daripada wajah muda, tulis
para peneliti tersebut dalam studinya.
Formula usia
Para peneliti membuat formula
matematika untuk menghitung umur tiap orang berdasarkan pindaian 3Dnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang dibawah 40 bisa terlihat 6 tahun lebih muda
atau lebih tua daripada umur sebenarnya berdasarkan fitur wajahnya. Jadi, orang
dengan umur 30 tahun bisa terlihat seperti umur 24 tahun atau 36 tahun.
Variasi meningkat pada orang dengan
usia diatas 40 tahun, yg artinya beberapa orang bisa terlihat jauh lebih muda,
sementara sebagian yg lain terlihat jauh lebih tua, membuat lebih susah
menentukan umur asli mereka, ungkap para peneliti.
Model baru ini bisa membantu
mengidentifikasi mana yang secara fisiologis menua lebih cepat, atau lebih
lambat dari umur kronologis mereka, ujar para peneliti tersebut.
Ini juga bisa membantu para dokter
merancang perawatan untuk setiap individu, ujar Han. Sebagai contoh, bagi yg
mengalami penuaan dini, yang sudah
mencapai umur fisiologisnya yaitu lebih tua dari umur sebenarnya, bisa
mendapatkan perawatan yang sama dengan orang-orang yang lebih tua. (Misalnya,
orang yang lebih tua yang mengidap kanker biasanya menerima dosis kemoterapi yg lebih kecil
dibandingkan yang lebih muda).
Indikator biologis dalam darah para
partisipan juga menunjukaan bahwa ada korelasi antara umur dengan wajah.
Perempuan dengan wajah tampak tua cenderung mempunyai kadar kolestrol yang
tinggi dalam darahnya. Pada laki-laki dengan wajah tampak tua dalam plasma
darahnya ditemukan protein albumin dengan kadar yang sedikit.
Lebih lanjut, tingginya kadar
kolestrol "baik" dan albumin diasosiasikan dengan pipi yang menjadi
lebih tirus dan area di bawah mata pada laki-laki dan perempuan, ungkap para
peneliti tersebut.
"Tapi sejauh ini saya tidak
tahu apakah ini kausal apa hanya suatu korelasi belaka," ujar Han terkait
hasil tes darah. Biar bagaimanapun, model baru menunjukkan bahwa gambar 3D
wajah adalah metode penentu yg lebih baik untuk mengungkapkan umur seseorang
dariapada profil darah terbaru, ujar Han.
Hasilnya bisa bervariasi pada etnis
yg berbeda, menurut Dr. Jean Carruthers, prosesor klinik oftalmologi yg
mengkhususkan diri pada bedah plastik
wajah di Universitas British Colombia di Vancouver yang tidak terlibat dalam
studi ini.
"Saya suka konsep awet muda dan
penuaan dini mereka, tapi penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk
mengkorelasikan masa depan orang-orang ini dengan parameter wajah mereka
terhadap periode waktu," ungkap Carruthers pada Live Science.
Han setuju dan mengatakan dia
mempunyai rekanan di Amerika yang tertarik mengumpulkan sampel dari orang-orang
Amerika. Di masa mendatang, Han dan koleganya
mungkin akan mencari penanda-penanda biologis lainnya, seperti mikro
RNA, dan akan melihat apakah mereka rentan terhadap penuaan.
Seiring dengan bertambahnya umur
manusia (paling muda pada jam 1 dan menjadi lebih tua searah jarum jam), pipi
mereka menjadi lebih gemuk dan gaya grafitasi membuat wajah mereka mengendur.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa
sebagian besar manusia mengakumulasi keriput pada wajah mereka ketika mereka
bertambah tua. Tapi sekarang, sebuah analisa 3D terhadap keriput dan
tanda-tanda penuaan lain dapat mengungkap umur seseorang hanya berdasarkan pada
foto wajahnya, begitu hasil temuan sebuah studi.
Para peneliti juga menemukan bahwa
beberapa tingkat penanda biologis pada darah manusia ada hubungannya dengan
tanda-tanda penuaan yg tampak di wajah.
Sebagai contoh, wanita dengan penampakan wajah yang lebih tua cenderung
memiliki tingkat kolestrol "jahat" yang lebih tinggi.
"Foto 3D wajah benar-benar bisa
mengungkapkan umur biologis wajah
Anda," ungkap peneliti senior Jing-Dong Han, profesor komputasi biologi di Akademi Sains Cina
dan Rekanan Institut Max Planck Cina. " Benar-benar lebih akurat daripada
uji fisik [8 Tips Mencegah Penuaan ].
Pada studi itu, para peneliti
mengguanakan kamera khusus yg disebut Sistem 3dMDwajah, untuk mendapatkan
pindaian 3D wajah 332 masyarakat Cina. Mereka juga mengambil sampel darah para
peserta yang kisaran umurnya 17 sampai 77 tahun.
Sebuah analisa pindaian 3D
mengungkap beberapa pola: ketika seseorang bertambah tua, mulut menjadi lebih
panjang, hidung melebar, dan dahi menyempit, dan jarak antara mulut dan hidung
bertambah. Pojok mata juga menjadi kendur seiring dengan pertambahan usia,
tidak lain tidak bukan akibat daya grafitasi bumi, ungkap para peneliti
tersebut.
Lebih lanjut, wajah muda lebih mulus
dan tirus daripada wajah tua, sementara wajah tua lebih kendur dan banyak
tumpukan lemak sehingga pipi terlihat lebih gemuk daripada wajah muda, tulis
para peneliti tersebut dalam studinya.
Formula usia
Para peneliti membuat formula
matematika untuk menghitung umur tiap orang berdasarkan pindaian 3Dnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang dibawah 40 bisa terlihat 6 tahun lebih muda
atau lebih tua daripada umur sebenarnya berdasarkan fitur wajahnya. Jadi, orang
dengan umur 30 tahun bisa terlihat seperti umur 24 tahun atau 36 tahun.
Variasi meningkat pada orang dengan
usia diatas 40 tahun, yg artinya beberapa orang bisa terlihat jauh lebih muda,
sementara sebagian yg lain terlihat jauh lebih tua, membuat lebih susah
menentukan umur asli mereka, ungkap para peneliti.
Model baru ini bisa membantu
mengidentifikasi mana yang secara fisiologis menua lebih cepat, atau lebih
lambat dari umur kronologis mereka, ujar para peneliti tersebut.
Ini juga bisa membantu para dokter
merancang perawatan untuk setiap individu, ujar Han. Sebagai contoh, bagi yg
mengalami penuaan dini, yang sudah
mencapai umur fisiologisnya yaitu lebih tua dari umur sebenarnya, bisa
mendapatkan perawatan yang sama dengan orang-orang yang lebih tua. (Misalnya,
orang yang lebih tua yang mengidap kanker biasanya menerima dosis kemoterapi yg lebih kecil
dibandingkan yang lebih muda).
Indikator biologis dalam darah para
partisipan juga menunjukaan bahwa ada korelasi antara umur dengan wajah.
Perempuan dengan wajah tampak tua cenderung mempunyai kadar kolestrol yang
tinggi dalam darahnya. Pada laki-laki dengan wajah tampak tua dalam plasma
darahnya ditemukan protein albumin dengan kadar yang sedikit.
Lebih lanjut, tingginya kadar
kolestrol "baik" dan albumin diasosiasikan dengan pipi yang menjadi
lebih tirus dan area di bawah mata pada laki-laki dan perempuan, ungkap para
peneliti tersebut.
"Tapi sejauh ini saya tidak
tahu apakah ini kausal apa hanya suatu korelasi belaka," ujar Han terkait
hasil tes darah. Biar bagaimanapun, model baru menunjukkan bahwa gambar 3D
wajah adalah metode penentu yg lebih baik untuk mengungkapkan umur seseorang
dariapada profil darah terbaru, ujar Han.
Hasilnya bisa bervariasi pada etnis
yg berbeda, menurut Dr. Jean Carruthers, prosesor klinik oftalmologi yg
mengkhususkan diri pada bedah plastik
wajah di Universitas British Colombia di Vancouver yang tidak terlibat dalam
studi ini.
"Saya suka konsep awet muda dan
penuaan dini mereka, tapi penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk
mengkorelasikan masa depan orang-orang ini dengan parameter wajah mereka
terhadap periode waktu," ungkap Carruthers pada Live Science.
Han setuju dan mengatakan dia
mempunyai rekanan di Amerika yang tertarik mengumpulkan sampel dari orang-orang
Amerika. Di masa mendatang, Han dan koleganya
mungkin akan mencari penanda-penanda biologis lainnya, seperti mikro
RNA, dan akan melihat apakah mereka rentan terhadap penuaan.
Studi dipublikasikan secara daring
hari ini (Tanggal: 31 Maret 2015 Waktu: 05:30 AM ET) pada jurnal Riset Sel Alami.
Diterjemahkan oleh Eva ZulfaLaili
Ikuti Laura Geggel di Twitter
@LauraGeggel. Ikuti @livescience, Facebook & Google+. Artikel asli pada
Live Science.

No comments:
Post a Comment