Tuesday, May 5, 2015

Menebak Usia Anda? Pemindaian 3 D Wajah Mengalahkan Percobaan Dokter


Diterjemahkan oleh Eva ZulfaLaili




What is my age ;-)
Seiring dengan bertambahnya umur manusia (paling muda pada jam 1 dan menjadi lebih tua searah jarum jam), pipi mereka menjadi lebih gemuk dan gaya grafitasi membuat wajah mereka mengendur.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar manusia mengakumulasi keriput pada wajah mereka ketika mereka bertambah tua. Tapi sekarang, sebuah analisa 3D terhadap keriput dan tanda-tanda penuaan lain dapat mengungkap umur seseorang hanya berdasarkan pada foto wajahnya, begitu hasil temuan sebuah studi.

Para peneliti juga menemukan bahwa beberapa tingkat penanda biologis pada darah manusia ada hubungannya dengan tanda-tanda  penuaan yg tampak di wajah. Sebagai contoh, wanita dengan penampakan wajah yang lebih tua cenderung memiliki tingkat kolestrol "jahat" yang lebih tinggi.

"Foto 3D wajah benar-benar bisa mengungkapkan umur  biologis wajah Anda," ungkap peneliti senior Jing-Dong Han,  profesor komputasi biologi di Akademi Sains Cina dan Rekanan Institut Max Planck Cina. " Benar-benar lebih akurat daripada uji fisik [8 Tips Mencegah Penuaan ].

Pada studi itu, para peneliti mengguanakan kamera khusus yg disebut Sistem 3dMDwajah, untuk mendapatkan pindaian 3D wajah 332 masyarakat Cina. Mereka juga mengambil sampel darah para peserta yang kisaran umurnya 17 sampai 77 tahun.

Sebuah analisa pindaian 3D mengungkap beberapa pola: ketika seseorang bertambah tua, mulut menjadi lebih panjang, hidung melebar, dan dahi menyempit, dan jarak antara mulut dan hidung bertambah. Pojok mata juga menjadi kendur seiring dengan pertambahan usia, tidak lain tidak bukan akibat daya grafitasi bumi, ungkap para peneliti tersebut.

Lebih lanjut, wajah muda lebih mulus dan tirus daripada wajah tua, sementara wajah tua lebih kendur dan banyak tumpukan lemak sehingga pipi terlihat lebih gemuk daripada wajah muda, tulis para peneliti tersebut dalam studinya.


Formula usia

Para peneliti membuat formula matematika untuk menghitung umur tiap orang berdasarkan pindaian 3Dnya. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dibawah 40 bisa terlihat 6 tahun lebih muda atau lebih tua daripada umur sebenarnya berdasarkan fitur wajahnya. Jadi, orang dengan umur 30 tahun bisa terlihat seperti umur 24 tahun atau 36 tahun.

Variasi meningkat pada orang dengan usia diatas 40 tahun, yg artinya beberapa orang bisa terlihat jauh lebih muda, sementara sebagian yg lain terlihat jauh lebih tua, membuat lebih susah menentukan umur asli mereka, ungkap para peneliti.

Model baru ini bisa membantu mengidentifikasi mana yang secara fisiologis menua lebih cepat, atau lebih lambat dari umur kronologis mereka, ujar para peneliti tersebut.

Ini juga bisa membantu para dokter merancang perawatan untuk setiap individu, ujar Han. Sebagai contoh, bagi yg mengalami penuaan dini,  yang sudah mencapai umur fisiologisnya yaitu lebih tua dari umur sebenarnya, bisa mendapatkan perawatan yang sama dengan orang-orang yang lebih tua. (Misalnya, orang yang lebih tua yang mengidap kanker biasanya  menerima dosis kemoterapi yg lebih kecil dibandingkan yang lebih muda).

Indikator biologis dalam darah para partisipan juga menunjukaan bahwa ada korelasi antara umur dengan wajah. Perempuan dengan wajah tampak tua cenderung mempunyai kadar kolestrol yang tinggi dalam darahnya. Pada laki-laki dengan wajah tampak tua dalam plasma darahnya ditemukan protein albumin dengan kadar yang sedikit.

Lebih lanjut, tingginya kadar kolestrol "baik" dan albumin diasosiasikan dengan pipi yang menjadi lebih tirus dan area di bawah mata pada laki-laki dan perempuan, ungkap para peneliti tersebut.

"Tapi sejauh ini saya tidak tahu apakah ini kausal apa hanya suatu korelasi belaka," ujar Han terkait hasil tes darah. Biar bagaimanapun, model baru menunjukkan bahwa gambar 3D wajah adalah metode penentu yg lebih baik untuk mengungkapkan umur seseorang dariapada profil darah terbaru, ujar Han.

Hasilnya bisa bervariasi pada etnis yg berbeda, menurut Dr. Jean Carruthers, prosesor klinik oftalmologi yg mengkhususkan  diri pada bedah plastik wajah di Universitas British Colombia di Vancouver yang tidak terlibat dalam studi ini.

"Saya suka konsep awet muda dan penuaan dini mereka, tapi penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengkorelasikan masa depan orang-orang ini dengan parameter wajah mereka terhadap periode waktu," ungkap Carruthers pada Live Science.

Han setuju dan mengatakan dia mempunyai rekanan di Amerika yang tertarik mengumpulkan sampel dari orang-orang Amerika. Di masa mendatang, Han dan koleganya  mungkin akan mencari penanda-penanda biologis lainnya, seperti mikro RNA, dan akan melihat apakah mereka rentan terhadap penuaan.
Seiring dengan bertambahnya umur manusia (paling muda pada jam 1 dan menjadi lebih tua searah jarum jam), pipi mereka menjadi lebih gemuk dan gaya grafitasi membuat wajah mereka mengendur.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar manusia mengakumulasi keriput pada wajah mereka ketika mereka bertambah tua. Tapi sekarang, sebuah analisa 3D terhadap keriput dan tanda-tanda penuaan lain dapat mengungkap umur seseorang hanya berdasarkan pada foto wajahnya, begitu hasil temuan sebuah studi.

Para peneliti juga menemukan bahwa beberapa tingkat penanda biologis pada darah manusia ada hubungannya dengan tanda-tanda  penuaan yg tampak di wajah. Sebagai contoh, wanita dengan penampakan wajah yang lebih tua cenderung memiliki tingkat kolestrol "jahat" yang lebih tinggi.

"Foto 3D wajah benar-benar bisa mengungkapkan umur  biologis wajah Anda," ungkap peneliti senior Jing-Dong Han,  profesor komputasi biologi di Akademi Sains Cina dan Rekanan Institut Max Planck Cina. " Benar-benar lebih akurat daripada uji fisik [8 Tips Mencegah Penuaan ].

Pada studi itu, para peneliti mengguanakan kamera khusus yg disebut Sistem 3dMDwajah, untuk mendapatkan pindaian 3D wajah 332 masyarakat Cina. Mereka juga mengambil sampel darah para peserta yang kisaran umurnya 17 sampai 77 tahun.

Sebuah analisa pindaian 3D mengungkap beberapa pola: ketika seseorang bertambah tua, mulut menjadi lebih panjang, hidung melebar, dan dahi menyempit, dan jarak antara mulut dan hidung bertambah. Pojok mata juga menjadi kendur seiring dengan pertambahan usia, tidak lain tidak bukan akibat daya grafitasi bumi, ungkap para peneliti tersebut.

Lebih lanjut, wajah muda lebih mulus dan tirus daripada wajah tua, sementara wajah tua lebih kendur dan banyak tumpukan lemak sehingga pipi terlihat lebih gemuk daripada wajah muda, tulis para peneliti tersebut dalam studinya.


Formula usia

Para peneliti membuat formula matematika untuk menghitung umur tiap orang berdasarkan pindaian 3Dnya. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dibawah 40 bisa terlihat 6 tahun lebih muda atau lebih tua daripada umur sebenarnya berdasarkan fitur wajahnya. Jadi, orang dengan umur 30 tahun bisa terlihat seperti umur 24 tahun atau 36 tahun.

Variasi meningkat pada orang dengan usia diatas 40 tahun, yg artinya beberapa orang bisa terlihat jauh lebih muda, sementara sebagian yg lain terlihat jauh lebih tua, membuat lebih susah menentukan umur asli mereka, ungkap para peneliti.

Model baru ini bisa membantu mengidentifikasi mana yang secara fisiologis menua lebih cepat, atau lebih lambat dari umur kronologis mereka, ujar para peneliti tersebut.

Ini juga bisa membantu para dokter merancang perawatan untuk setiap individu, ujar Han. Sebagai contoh, bagi yg mengalami penuaan dini,  yang sudah mencapai umur fisiologisnya yaitu lebih tua dari umur sebenarnya, bisa mendapatkan perawatan yang sama dengan orang-orang yang lebih tua. (Misalnya, orang yang lebih tua yang mengidap kanker biasanya  menerima dosis kemoterapi yg lebih kecil dibandingkan yang lebih muda).

Indikator biologis dalam darah para partisipan juga menunjukaan bahwa ada korelasi antara umur dengan wajah. Perempuan dengan wajah tampak tua cenderung mempunyai kadar kolestrol yang tinggi dalam darahnya. Pada laki-laki dengan wajah tampak tua dalam plasma darahnya ditemukan protein albumin dengan kadar yang sedikit.

Lebih lanjut, tingginya kadar kolestrol "baik" dan albumin diasosiasikan dengan pipi yang menjadi lebih tirus dan area di bawah mata pada laki-laki dan perempuan, ungkap para peneliti tersebut.

"Tapi sejauh ini saya tidak tahu apakah ini kausal apa hanya suatu korelasi belaka," ujar Han terkait hasil tes darah. Biar bagaimanapun, model baru menunjukkan bahwa gambar 3D wajah adalah metode penentu yg lebih baik untuk mengungkapkan umur seseorang dariapada profil darah terbaru, ujar Han.

Hasilnya bisa bervariasi pada etnis yg berbeda, menurut Dr. Jean Carruthers, prosesor klinik oftalmologi yg mengkhususkan  diri pada bedah plastik wajah di Universitas British Colombia di Vancouver yang tidak terlibat dalam studi ini.

"Saya suka konsep awet muda dan penuaan dini mereka, tapi penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengkorelasikan masa depan orang-orang ini dengan parameter wajah mereka terhadap periode waktu," ungkap Carruthers pada Live Science.

Han setuju dan mengatakan dia mempunyai rekanan di Amerika yang tertarik mengumpulkan sampel dari orang-orang Amerika. Di masa mendatang, Han dan koleganya  mungkin akan mencari penanda-penanda biologis lainnya, seperti mikro RNA, dan akan melihat apakah mereka rentan terhadap penuaan.

Studi dipublikasikan secara daring hari ini (Tanggal: 31 Maret 2015 Waktu: 05:30 AM ET) pada jurnal Riset Sel Alami.

Tulisan asli dari: Laura Geggel, Staff Penulis
Diterjemahkan oleh Eva ZulfaLaili


Ikuti Laura Geggel di Twitter @LauraGeggel. Ikuti @livescience, Facebook & Google+. Artikel asli pada Live Science.

 



No comments:

Post a Comment