Sunday, December 29, 2013

Bagaimana Mendapatkan Lebih Dengan Sebuah Rutinitas

Ketika saya pertama kali bekerja sendiri sebagai pekerja paruh waktu, saya sangat kesulitan beradaptasi dengan waktu. Saya terbiasa ada bos yang memberitahu apa yang harus saya kerjakan kapan, dan saya tidak harus memikirkan jadual karena pekerjaan saya mendikte alur kerja saya. Yang harus saya lakukan hanyalah datang ke kantor, menenggelamkan kepala saya di meja kerja saya dan menyelesaikan semua To Do List saya.
Mengapa Mengikuti Sebuah Rutinitas:
Saya mendapati bekerja sendiri itu membuat frustrasi karena saya selalu mempertanyakan, “Apakah saya melakukan hal yang benar sekarang? Apakah saya menggunakan waktu saya dengan bijak?” Saya juga  benar-benar berhenti berolahraga dan mengerjakan tugas-tugas karena saya pikir saya tidak punya waktu untuk semua itu. Saya benar-benar bekerja sepanjang waktu. Akhirnya saya memutuskan untuk meninjau kembali rutinitas saya untuk mencari tahu kemana saja perginya waktu saya, dan saya temukan bahwa saya menghabiskan banyak waktu membuat keputusan apa yang akan dikerjakan, dan kapan. Ini harus berubah, jadi saya mulai merencanakan hari-hari saya, termasuk hal-hal yang benci saya lakukan, seperti berlari dan mencuci, dan hal-hal yang senang saya kerjakan, seperti yoga dan belanja bulanan (aneh, saya tahu.)
Membuat katalog akan apa yang harus saya kerjakan dan membuatnya menjadi sebuah rutinitas membebaskan saya dari menghabiskan waktu terhadap hal yang benci saya kerjakan. Pada akhirnya juga membuat hal yang tidak suka saya kerjakan menjadi jauh lebih mudah karena membuatnya selesai lebih cepat dan secara rutin menjadi kebiasaan.
Inilah  mengapa rutinitas ampuh bagi sebagian besar orang:

1.  Rutinitas mengeluarkan tahap pembuatan keputusan dari proses.
Dr. Heidi Grant Halvorson, seorang ilmuan sosial dan ahli tentang sukses (faktanya, dia menulis sebuah buku , sepantasnya ”Sukses”) menjelaskan, “Rutinitas menghilangkan berpikir yang terlalu lama terhadap apa yang harus dikerjakan dan kapan (yang memakan waktu dan energi), karena sekalinya Anda sudah melakukan sebuah rutinitas Anda sudah membuat keputusan.”

2. Rutinitas membuat  banyak pekerjaan berjalan secara otomatis.
“Rutinitas bisa menjadi sangat otomatis dimana kita mulai mengerjakannya tanpa menyadarinya,” ujar Grant Halvorson,” jadi kita meyelesaikan apa yang harus diselesaikan, bahkan ketika pikiran kita dipenuhi oleh hal-hal lain”.

3. Rutinitas Menghemat Waktu.
Rutinitas menghemat  waktu dalam jangka pendek karena menghilangkan tahap berpikir yang terlalu lama, dan juga menghemat waktu dalam jangka panjang karena rutinitas mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan tersebut.
Beginilah cara kerjanya (menggunakan contoh yang sangat sederhana):
Setiap kali Anda akan menyiapkan makan malam di meja, Anda mendapati bak cuci piring penuh dengan piring-piring kotor. Sekarang Anda tidak hanya harus  menyiapkan makanan, Anda harus menyingsingkan lengan baju untuk mencuci piring-piring tersebut, mengosongkan bak cuci piring, dan menyikat bak cuci piring tersebut. Lalu Anda harus menyelesikan tujuan utama Anda: menyiapkan makan malam.
Anda memutuskan bahwa itu sudah cukup dan menambahkan mencuci piring ke dalam aktivitas rutin Anda . Ini termasuk memenuhi mesin pencuci piring di malam hari dan mengosongkannya di pagi hari.
Keputusan telah dibuat! Setiap malam sesaat sebelum tidur, Anda mengisi mesin pencuci piring, setiap pagi, tepat sebelum sarapan pagi, Anda mengosongkannya. Ulangi.
Pada awalnya Anda harus mengingatkan diri Anda untuk memuat dan mengosongkan, tapi setelah beberapa lama akan menjadi otomatis, membebaskan otak Anda untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting.


Berikutnya, kita akan membahas bagaimana membuat sebuah rutinitas.


(Dari tulisan Elizabeth Larkin , alih bahasa: Eva ZulfaLaili)

No comments:

Post a Comment