Friday, January 26, 2018

Tempe Naik Kelas

Sebagai orang Indonesia, sudah pasti tempe akan selalu ada di menu makanan sehari-hari kita.
tempe
Tempe sering dibilang pegganti daging. Gak salah juga sih sebenernya karena kandungan protein yang ada di tempe gak kalah sama kandungan protein yang ada di protein hewani (1 cangkir / 166 gr tempe mengandung 31 gr protein). Makanya, tempe sering dijadikan “daging” bagi kaum vegetarian. Saya bukan penganut vegetarian sih, tapi memang tidak sering memakan / mengonsumsi sumber protein hewani. Memang Tidak terlalu suka daging-dagingan sih (sukanya daun-daunan xixixi), atau lebih tepatnya demi pengiritan xixixi. Gak ding, karena saya hari-hari mempratekkan pola makan food combining.

Apa pula tuh food combining?
Kayak mix & match gitu deh kalau di dunia fashion J. Kuncinya gampang kok: gak nyampur karbohidrat  & protein hewani. Pokoknya kalau mau makan harus pilih mau makan karbo apa protein hewani. Kalau makan karbo harus sama sayur-sayuran dengan jumlah/porsi yang sama dengan karbohidrat (jadi sayurannya bukan cuma sebagai garnish / pemanis). Pun dengan protein hewani, harus dimakan dengan sayur-sayuran dengan porsi yang sama dengan protein hewani yang ingin dikonsumsi, atau kalau perlu lebih banyak. Nanti deh, kapan-kapan bahas/nulis tentang food combining ini.

Sekarang, balik dulu ke tempe J
Biasanya tempe diapain ya? Yang biasa saya makan … kalau gak dipotong-potong kotak terus digoreng polos dengan dibumbui garam dan bawang putih seperti ini (bagi saya sih, segini udah enak banget).
tempe goreng

Atau dipotong kecil-kecil digoreng balado, dicampur kacang tanah dan atau ikan teri (wuih sedaaap !!)
tempe goreng balado teri kacang
Atau juga dibuat sebagai tempe bacam seperti ini.
 
tempe bacem
Gitu sih, yang biasa gue konsumsi. Tapi bosen gak sih kalau gitu-gitu aja?
Kalau kata Chef Gordon Ramsay; in cooking, the only limitation is your imagination. Terinspirasi dari kata-kata tersebut, ini dia, saya coba membuat nugget tempe. Mencoba membuat tempe jadi naik kelas. Lafi, meminjam istilah Chef Ramsay; trying to make it as a restaurant quality dish. Cara ini mungkin bisa dipraktekkan oleh kaum ibu yang mengalami kesulitan memotivasi anak-anaknya untuk makan tempe.
Cara bikinnya? Gak ribet kok, Cuma tinggal dicampur-campur aja, kok …
·         Kukus tempe hingga matang …
·         Haluskan tempe … (bisa diuleg pake cobek, bisa juga menggunakan food processor).
·         Tambahkan bumbu sesuai selera (garam, ketumbar, bawang putih, merica) …
·         Tambahkan herbal hijau (daun: ketumbar / bawang /mint, atau daun apapun yang ada J)
·         Tambahkan kuning telur dan tepung maizena sebagai pengikat adonan …
·         Bentuk bulat-bulat / lonjong sesuai selera …
nugget tempe yang sudah dibentuk

·         Balur dengan putih telur (dari sisa telur tadi yang kuningnya dicampurkan ke adonan)
·         Cemplungkan ke tepung panir dan siap digoreng
nugget tempe  yang sudah dilumuri panir dan  siap digoreng

·         Tada … jadilah nugget tempe yang siap dinikmati (bisa dimakan begitu saja, dicocol saos atau dengan cabe rawit, atau dijadikan sebagai lauk).
nugget tempe siap dinikmati

nugget tempe siap dinikmati
nugget tempe siap dinikmati
nugget tempe siap dinikmati


That’s it!  That’s kind of my way how to take tempeh up to the next level. Selamat mencoba  dan berkreasi J.

No comments:

Post a Comment