Sebagai
orang Indonesia, sudah pasti tempe akan selalu ada di menu makanan sehari-hari
kita.
![]() |
| tempe |
Tempe
sering dibilang pegganti daging. Gak salah juga sih sebenernya karena kandungan
protein yang ada di tempe gak kalah sama kandungan protein yang ada di protein
hewani (1 cangkir / 166 gr tempe mengandung 31 gr protein). Makanya, tempe
sering dijadikan “daging” bagi kaum vegetarian. Saya bukan penganut vegetarian
sih, tapi memang tidak sering memakan / mengonsumsi sumber protein hewani. Memang
Tidak terlalu suka daging-dagingan sih (sukanya daun-daunan xixixi), atau lebih
tepatnya demi pengiritan xixixi. Gak ding, karena saya hari-hari mempratekkan
pola makan food combining.
Apa
pula tuh food combining?
Kayak
mix & match gitu deh kalau di
dunia fashion J. Kuncinya gampang kok: gak nyampur karbohidrat
& protein hewani. Pokoknya kalau mau
makan harus pilih mau makan karbo apa protein hewani. Kalau makan karbo harus
sama sayur-sayuran dengan jumlah/porsi yang sama dengan karbohidrat (jadi
sayurannya bukan cuma sebagai garnish
/ pemanis). Pun dengan protein hewani, harus dimakan dengan sayur-sayuran
dengan porsi yang sama dengan protein hewani yang ingin dikonsumsi, atau kalau
perlu lebih banyak. Nanti deh, kapan-kapan bahas/nulis tentang food combining ini.
Sekarang,
balik dulu ke tempe J
Biasanya
tempe diapain ya? Yang biasa saya makan … kalau gak dipotong-potong kotak terus
digoreng polos dengan dibumbui garam dan bawang putih seperti ini (bagi saya
sih, segini udah enak banget).
![]() |
| tempe goreng |
Atau
dipotong kecil-kecil digoreng balado, dicampur kacang tanah dan atau ikan teri
(wuih sedaaap !!)
![]() |
| tempe goreng balado teri kacang |
Atau
juga dibuat sebagai tempe bacam seperti ini.
Gitu
sih, yang biasa gue konsumsi. Tapi bosen gak sih kalau gitu-gitu aja?
Kalau
kata Chef Gordon Ramsay; in cooking, the
only limitation is your imagination. Terinspirasi dari kata-kata tersebut,
ini dia, saya coba membuat nugget tempe. Mencoba membuat tempe jadi naik kelas.
Lafi, meminjam istilah Chef Ramsay; trying
to make it as a restaurant quality dish. Cara ini mungkin bisa dipraktekkan
oleh kaum ibu yang mengalami kesulitan memotivasi anak-anaknya untuk makan
tempe.
Cara
bikinnya? Gak ribet kok, Cuma tinggal dicampur-campur aja, kok …
·
Kukus tempe hingga matang …
· Haluskan tempe … (bisa diuleg pake cobek, bisa juga menggunakan food processor).
·
Tambahkan bumbu sesuai selera
(garam, ketumbar, bawang putih, merica) …
·
Tambahkan herbal hijau (daun: ketumbar / bawang /mint, atau daun apapun yang ada J)
·
Tambahkan kuning telur dan tepung
maizena sebagai pengikat adonan …
·
Bentuk bulat-bulat / lonjong sesuai
selera …
![]() |
| nugget tempe yang sudah dibentuk |
·
Balur dengan putih telur (dari sisa
telur tadi yang kuningnya dicampurkan ke adonan)
·
Cemplungkan ke tepung panir dan siap
digoreng
![]() |
| nugget tempe yang sudah dilumuri panir dan siap digoreng |
·
Tada … jadilah nugget tempe yang
siap dinikmati (bisa dimakan begitu saja, dicocol saos atau dengan cabe rawit,
atau dijadikan sebagai lauk).
![]() |
| nugget tempe siap dinikmati |
![]() |
| nugget tempe siap dinikmati |
![]() |
| nugget tempe siap dinikmati |
![]() |
| nugget tempe siap dinikmati |
That’s
it! That’s kind of my way how to take
tempeh up to the next level. Selamat mencoba dan berkreasi J.










No comments:
Post a Comment