![]() |
| penderita insomnia |
Apa Itu Insomnia?
Menurut
Institut Kesehatan Nasional (IKN), insomnia
adalah gangguan tidur yang dialami oleh lebih dari 60 juta masyarakat
Amerika setiap tahunnya (IKN, 2007).
Hampir
setiap orang mengalami beberapa jenis insomnia jangka pendek dalam hidupnya.
Beberapa penderita insomina mengalami kesulitan untuk bisa tidur, sementara
yang lain mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Orang-orang ini sering tidak
merasa segar ketika bangun di pagi hari. Gejala ini bisa berlangsung semalam
atau dua malam, atau masih terus berjalan.
Berdasarkan
artikel Yayasan Tidur Nasional, sekitar 30 sampai 40% orang dewasa di Amerika
mengalami kesulitan untuk bisa tidur atau tidur nyenyak karena alasan tertentu
di sepanjang tahun pengamatan. Sementara sekitar 10 – 15 persen dianggap sebagai penderita insomnia kronis
(Yayasan Tidur Nasional, 2011).
Walaupun
sangat tidak mungkin menghilangkan semua penyebab insomnia dari hidup Anda,
tapi Anda bisa langsung membuat beberapa perubahan gaya hidup untuk
meningkatkan kualitas tidur dan hidup Anda.
Faktor-faktor Apa Saja Yang Bisa Meningkatkan Resiko
Seseorang Terhadap Insomnia?
Ada
berbagai alasan yang membuat Anda sulit tidur. Biasanya berhubungan dengan
kebiasaan tidur, gaya hidup, dan kondisi personal. Meliputi:
- jadual tidur yang tidak teratur
- tidur di siang hari
- pekerjaan di malam hari
- kurang berolahraga
- menggunakan peralatan elektronik seperti laptop dan ponsel di tempat tidur
- lingkungan tidur yang gaduh atau penerangan yang terlalu terang
- baru saja kehilangan orang yang dicintai
- baru saja kehilangan pekerjaan
- beberapa penyebab stres lainnya
- euforia terhadap peristiwa yang akan berlangsung dalam waktu dekat
- baru saja berpergian dengan perbedaan zona waktu (mabuk udara)
- kecemasan
- depresi
- gangguan bipolar
- penyakit tiroid
- sindroma kaki lelah
- gangguan tidur
- kopi
- nikotin
- alkohol
- obat-obatan terlarang
- obat flu
- pil diet
- beberapa obat pernapasan tertentu
Kapan Seharusnya Anda Menemui
Dokter?
Ketika
memutuskan untuk menemui dokter terkait insomnia yang Anda alami, harus diingat
bahwa banyak sekali orang lain yang juga mengalami gangguan tidur. Tetapi, jika
hal ini terus berlangsung yang berdampak negatif terhadap hidup Anda, mungkin
sudah saatnya Anda menjadualkan bertemu dokter.
Sebagai
bagian dari proses diagnosa, dokter Anda mungkin akan melakukan tes fisik dan
menanyai Anda tentang gejala-gejala yang Anda alami. Dokter Anda mungkin juga
ingin mengetahui obat-obatan yang Anda konsumsi dan keseluruhan histori medis
Anda.
Dokter
Anda mungkin awalnya akan menyarankan Anda mengubah gaya hidup Anda yang
mungkin akan membantu Anda mengatasi insomnia Anda. Dia mungkin akan meresepkan
obat atau merekomendasikan beberapa bentuk terapi demi membantu menghilangkan
masalah Anda.
Apa Akibatnya
Membiarkan Insomnia Kronik Tidak Ditindaklanjuti?
Ada beberapa resiko kesehatan yang serius berkaitan
dengan insomnia kronis. Menurut IKN, insomnia membuat mengantuk di siang hari.
Kurang tidur yang terus-menerus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan
diyakini sebagai faktor yang
mengkontribusi banyaknya kecelakaan
mobil (IKN, 2011).
Sebagai tambahan, Yayasan Tidur Nasional menyatakan
bahwa orang dengan insomnia sering melewatkan banyak pekerjaan, resiko depresi meningkat, dan secara
keseluruhan meningkatkan resiko terhadap berbagai macam penyakit dan secara
umum memiliki kesehatan yang buruk (Yayasan Tidur Nasional, 2011).
Perubahan
Rutinitas Sehari-hari Apa yang Bisa
Membantu Anda Mengatasi Insomnia?
Bagi penderita insomnia ada banyak strategi yang mungkin
bisa membantu. Beberapa diantaranya meliputi:
- Buat jadual tidur yang tetap: tidur pada jam yang sama setiap malam dan bangun pada jam yang sama setiap pagi.
- Lakukan sesuatu yang akan membantu Anda rileks dan terbuai sebelum tidur. Misalnya mandi air hangat atau membaca bagian dari sebuah novel.
- Jangan minum alkohol atau minuman yang mengandung kafein pada malam hari.
- Jangan makan makanan yang berat atau melakukan aktifitas fisik berat 2 jam sebelum waktu tidur.
- Usahakan membuat lingkungan tidur Anda senyaman mungkin. Pastikan gelap dan tenang, dan suhunya sedang dimana tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Jangan berbaring di tempat tidur berjam-jam jika Anda susah untuk tertidur. Menurut IKN, jika Anda tidak tertidur dalam waktu setengah jam setelah Anda berbaring, bangun dari tempat tidur Anda, dan lakukan sesuatu sampai Anda benar-benar merasakan kantuk (IKN, 2010).
- Pelajari dan gunakan teknik relaksasi, seperti yoga.
- Hindari tidur menjelang sore dan menjelang malam.
Jika Anda mengalami
insomnia, coba beberapa cara di atas. Anda akan terbantu untuk mendapatkan
istirahat yang Anda butuhkan supaya merasa segar dan terjaga sepanjang hari,
tanpa harus menkonsumsi obat-obatan yang bisa mendatangkan efek samping.
(Alih
bahasa : Eva ZulfaLaili, sumber tulisan : insomnia-concerns)

No comments:
Post a Comment