Sunday, March 30, 2014

Beberapa Hal Menyangkut Insomnia

penderita insomnia 
Apa Itu Insomnia?

Menurut Institut Kesehatan Nasional (IKN), insomnia  adalah gangguan tidur yang dialami oleh lebih dari 60 juta masyarakat Amerika setiap tahunnya (IKN, 2007).

Hampir setiap orang mengalami beberapa jenis insomnia jangka pendek dalam hidupnya. Beberapa penderita insomina mengalami kesulitan untuk bisa tidur, sementara yang lain mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Orang-orang ini sering tidak merasa segar ketika bangun di pagi hari. Gejala ini bisa berlangsung semalam atau dua malam, atau masih terus berjalan. 

Berdasarkan artikel Yayasan Tidur Nasional, sekitar 30 sampai 40% orang dewasa di Amerika mengalami kesulitan untuk bisa tidur atau tidur nyenyak karena alasan tertentu di sepanjang tahun pengamatan. Sementara sekitar 10 – 15 persen  dianggap sebagai penderita insomnia kronis (Yayasan Tidur Nasional, 2011).

Walaupun sangat tidak mungkin menghilangkan semua penyebab insomnia dari hidup Anda, tapi Anda bisa langsung membuat beberapa perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kualitas tidur dan hidup Anda.


Faktor-faktor  Apa Saja Yang Bisa Meningkatkan Resiko Seseorang Terhadap Insomnia?

Ada berbagai alasan yang membuat Anda sulit tidur. Biasanya berhubungan dengan kebiasaan tidur, gaya hidup, dan kondisi personal. Meliputi:
  • jadual tidur yang tidak teratur
  • tidur di siang hari
  • pekerjaan di malam hari
  • kurang berolahraga
  • menggunakan peralatan elektronik seperti laptop dan ponsel di tempat tidur
  • lingkungan tidur yang gaduh atau penerangan yang terlalu terang
  • baru saja kehilangan orang yang dicintai
  • baru saja kehilangan pekerjaan
  • beberapa penyebab stres lainnya
  • euforia terhadap peristiwa yang akan berlangsung dalam waktu dekat
  • baru saja berpergian dengan perbedaan zona waktu (mabuk udara)
Orang-orang dengan beberapa kondisi medis lebih cenderung terkena insomnia dibandingkan orang kebanyakan. Kondisi-kondisi ini meliputi:
  • kecemasan
  • depresi
  • gangguan bipolar
  • penyakit tiroid
  • sindroma kaki lelah
  • gangguan tidur                                          
Terakhir, mengkonsumsi substansi tertentu sepertinya berpengaruh negatif terhadap tidur. Ini meliputi:
  • kopi
  • nikotin
  • alkohol
  • obat-obatan terlarang
  • obat flu
  • pil diet
  • beberapa obat pernapasan tertentu

Kapan Seharusnya Anda Menemui Dokter?


Ketika memutuskan untuk menemui dokter terkait insomnia yang Anda alami, harus diingat bahwa banyak sekali orang lain yang juga mengalami gangguan tidur. Tetapi, jika hal ini terus berlangsung yang berdampak negatif terhadap hidup Anda, mungkin sudah saatnya Anda menjadualkan bertemu dokter.

Sebagai bagian dari proses diagnosa, dokter Anda mungkin akan melakukan tes fisik dan menanyai Anda tentang gejala-gejala yang Anda alami. Dokter Anda mungkin juga ingin mengetahui obat-obatan yang Anda konsumsi dan keseluruhan histori medis Anda.

Dokter Anda mungkin awalnya akan menyarankan Anda mengubah gaya hidup Anda yang mungkin akan membantu Anda mengatasi insomnia Anda. Dia mungkin akan meresepkan obat atau merekomendasikan beberapa bentuk terapi demi membantu menghilangkan masalah Anda.


Apa Akibatnya Membiarkan Insomnia Kronik Tidak Ditindaklanjuti?

Ada beberapa resiko kesehatan yang serius berkaitan dengan insomnia kronis. Menurut IKN, insomnia membuat mengantuk di siang hari. Kurang tidur yang terus-menerus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan diyakini  sebagai faktor yang mengkontribusi  banyaknya kecelakaan mobil (IKN, 2011).

Sebagai tambahan, Yayasan Tidur Nasional menyatakan bahwa orang dengan insomnia sering melewatkan banyak pekerjaan,  resiko depresi meningkat, dan secara keseluruhan meningkatkan resiko terhadap berbagai macam penyakit dan secara umum memiliki kesehatan yang buruk (Yayasan Tidur Nasional, 2011).


Perubahan Rutinitas  Sehari-hari Apa yang Bisa Membantu Anda Mengatasi Insomnia?

Bagi penderita insomnia ada banyak strategi yang mungkin bisa membantu. Beberapa diantaranya meliputi:
  • Buat jadual tidur yang tetap: tidur pada jam yang sama setiap malam dan bangun pada jam yang sama setiap pagi.
  • Lakukan sesuatu yang akan membantu Anda rileks dan terbuai sebelum tidur. Misalnya  mandi air hangat atau membaca bagian dari sebuah novel.
  • Jangan minum alkohol atau minuman yang mengandung kafein pada malam hari.
  • Jangan makan makanan yang berat atau melakukan aktifitas fisik berat 2 jam sebelum waktu tidur.
  • Usahakan membuat lingkungan tidur Anda senyaman mungkin. Pastikan gelap dan tenang, dan suhunya sedang dimana tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Jangan berbaring di tempat tidur berjam-jam jika Anda susah untuk tertidur. Menurut IKN, jika Anda tidak tertidur dalam waktu setengah jam setelah Anda berbaring, bangun dari tempat tidur Anda, dan lakukan sesuatu sampai Anda benar-benar  merasakan kantuk  (IKN, 2010).
  • Pelajari dan gunakan teknik relaksasi, seperti yoga.       
  • Hindari tidur menjelang sore dan menjelang malam.
Jika Anda mengalami insomnia, coba beberapa cara di atas. Anda akan terbantu untuk mendapatkan istirahat yang Anda butuhkan supaya merasa segar dan terjaga sepanjang hari, tanpa harus menkonsumsi obat-obatan yang bisa mendatangkan  efek samping.

(Alih bahasa : Eva ZulfaLaili, sumber tulisan : insomnia-concerns)

No comments:

Post a Comment